Bermimpilah

May 19, 2011



selamat tengah malam. hehe 
Seperti biasa, saya memilik malam yang panjang untuk beraktifitas, jadi masih banyak yang bisa saya lakukan pada malam hari lebih dari orang lain yang lebih memilih untuk beristirahat. hehe Sebenarnya, memang benar apa yang dilakukan orang lain (dengan kata lain yang saya lakukan bukannya tidak benar, hany kurang tepat saja. haha). Allah telah menciptakan siang sebagai waktu untuk mencari penghidupan, dan Malam sebagai waktu untuk beristirahat, dan bagi mereka yang memutar balikkan waktunya, emmhh.. no comment. hehe.
Dalam hidup ini banyak hal yang Allah ciptakan secara berpasangan namun bertentangan. Seperti halnya yang sering kita ucapkan, Hitam-Putih, Gelap-Terang, Bagus-Jelek. Mereka berpasangan namun jelas keduanya sangat berbeda. Namun bukannya tidak mungkin, takdir, sudut pandang dan cara hidup mengubah paradigma tadi menjadi Hitam-Ungu, Gelap-Remangremang, Bagus-Menarik. Semuanya hanya tergantung terhadap sudut pandang seseorang, bergantung dari bagaimana cara mereka membawakannya.
Semuanya.. yang sebelumnya rigid, kaku atau sudah terlanjusr menjadi "ideologi" bagi kebanyakan orang, sebenarnya bisa diubah. Jika ideologi itu tidak bisa diubah, maka kita-lah yang harus berubah untuk mereka. 
Perubahan ini, dengan cara mengubah sudut pandang kita, dan cara menjalaninya.
Seperti halnya lagi... mungkin ada banyak di luar sana berbagai hal yang tingkatannya hampir amat sangat tidak mungkin dicapai, entah itu karena faktor apa sehingga kita mempunyai pikiran bahwa hal itu "tidak mungkin". Itulah kesalahan kita, dan saya, sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial. Terlalu banyak perhitungan dan terlalu takut mengambil langkah... dan kita takut untuk bermimpi. Karena memang di Indonesia ini terdapat pepatah yang mengatakan bahwa "Jangan bermimpi terlalu tinggi, kalau nanti kita jatuh, maka akan sakit sekali rasanya". Pola pikir macam apa ini kalau menurut saya!-___-"
secara tidak langsung pepatah ini menganjurkan kita untuk menjadi orang yang biasa-biasa saja, yang menekan mimpi tingginya, dan memangkas mimpi itu menjadi sedikit rendah hanya karena takut untuk, Terjatuh. 
Jika memang tidak bisa mencapai mimpi-mimpi kita pun nantinya, beruntunglah kita, toh kita sempat punya mimpi yang tinggi, setidaknya ingatan akan mimpi-mimpi itu bisa memberikan semangat pada kita lagi. yap! semangat untuk hidup dan semangat untuk tidak mau kalah dengan takdir. haha lol.
benar memang apayang dikatakan Andre Hirata dalam novelnya, lewat seorang tokoh bernama Arai.
" Bermimpilah, karna Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu itu ... " (Arai, Sang Pemimpi)
Sosok ini tidak pernah takut untuk bermimpi... so, apa salahnya untuk bermimpi? tentunya bermimpi secara positif :) 

You Might Also Like

0 COMMENT