bagaimana memaknai Hidup

November 28, 2011

Selamat Malam


Pada dasarnya, manusia itu diciptakan lemah. Sangat lemah, bahkan saat ia menyatakan bahwa dirinya adalah orang terkuat, ia tak pernah luput dari kelemahan yang memang sudah menjadi sifatnya sejak dulu. Apa-apa yang dilakukan manusia, adalah untuk menutupi segala kekurangannya, untuk membantunya berdiri tegap dan melawan kelemahannya. Kita adalah pemain dalam kehidupan kita sendiri.

Kita adalah penguasa serta budak atas hidup kita sendiri. Tubuh kita, yang berisi daging, darah, urat nadi dan ketakutan adalah "boneka" bagi jiwa kita yang bertugas sebagai penguasa. Dia memerintahkan raga untuk melakukan apa yang mereka mau. Kadang koordinasi anatara kedua sisi ini tak sesuai. Hingga tak jarang muncullah inkompatibilitas antara jiwa dan raga, dan lucunya pergolakan ini terjadi pada satu tempat, satu wadah, satu tubuh suatu makhluk bernama manusia.

Banyak pertanyaan yang dapat dilontarkan bagi manusia, tentang untuk apa dia diciptakan, tentang untuk apa dia hidup, tentang bagaimana ia bisa diciptakan sangat sempurna dibandingkan makhluk-makhluk lainnya. Namun tak satupun yang memiliki jawaban yang tepat tentang semuanya.Terlebih lagi, jika kita ditanya, Apakah Manusia itu?? jawaban antar manusia akan sangat beragam, bahkan jarang yang memiliki pengertian yang hampir mendekati. Hal ini bisa dimengerti karena manusia memang makhluk yang kompleks, yang tidak sederhana. Manusia adalah makhluk yang “misterius”, yang selalu menarik untuk dikupas dan dibicarakan.
Pada dasarnya pula, manusia selalu "berjalan" maju, tidak ada sepanjang sejarahnya species kita ini berjalan mundur, karena memang hal itu tidak mungkin.

Walaupun memang banyak manusia yang ingin dapat "berjalan" mundur. Mengubah sesuatu yang tidak sempurna mereka lakukan. Manusia juga adalah makhluk yang selalu mencari kebenaran. Ia akan terus mencari sesuatu hingga ia menemukan jawabannya. Maka dari itu lah, manusia sangat pandai mengucap kata "Apa?, Mengapa?, Kapan?, Bagaimana?" namun sulit bagi mereka untuk menjawabnya. Sebenarnya, apa arti dari kebenaran itu sendiri? Abstrak!

Aristoteles berpendapat bahwa kebenaran terletak pada kesesuaian antara pernyataan budi dan realitas. Pyrrho, Pelopor golongan skeptis ini menyatakan bahwa di dunia ini tidak ada kepastian, maka manusia tidak mungkin menemukan kebenaran. Immanuel Kant berpendapat bahwa kebenaran terletak pada pernyataan manusia sebagai subjek.

Lalu saya? Kebenaran adalah apa yang membuat kita merasa tenang karenanya, tenang yang benar-benar tenang. Bagaimana dengan Anda?

Manusia hanya makhluk yang terus mencoba banyak hal. Mencari apa yang seharusnya ia cari, atau bahkan mencari apa yang sebenarnya ia tidak pernah tahu apa yang harus ia cari. Manusia, adalah makhluk yang selalu berjalan kedepan dengan pemikiran-pemikirannya, yang mencoba mencari kebenaran. Manusia, hanya berusaha terus memaknai hidupnya, karena hidup manusia sejatinya adalah untuk mencari makna dari hidup yang sebenarnya. Saya adalah manusia.

You Might Also Like

4 COMMENT