Alam pun Berbicara

December 09, 2011


Sawah itu nampak basah, tampaknya petani akan melakukan penanaman kembali. Aku tidak tahu benar kapan mereka memanen tanaman sebelumnya, sebab aku tak bisa membedakan mana tanaman budidaya dan mana gulmanya. Semua nampak sama saja, tidak ada bedanya. Mungkin ada perbedaan jika aku mau melihatnya dari dekat, namun sayang aku enggan.

Sore itu matahari dengan angkuhnya tak mau meredupkan sinarnya, aku berjalan menyusuri lahan melalui pematang di pinggir sawah. Aku memperhatikan setiap langkahku, aku takut tergelincir dan terjatuh.

Sepanjang pandangku, kira-kira 100 meter dari tempat aku berdiri, yang terlihat hanya hamparan hijau, semua nampak sama aja. Sayup-sayup terdengar suara mesin diesel dari kejauhan, nampaknya petani sedang sibuk membajak sawah, atau mungkin hanya sekedar mengairi sawahnya.

Aku sendiri tidak tahu apa yang harus aku lakukan disini, aku datang karena aku diminta. Hingga tak jelas benar, apa tujuanku datang ke tempat ini. Aku hanya berjalan, kemudian terduduk di pematang sawah, di samping petak yang penuh tergenang air. Seperti orang tolol, terduduk lama, di bawah terik matahari dan memandangi gerak lincah berudu di bawah kakiku. Mereka nampak asik sekali dengan dunianya, seperti terbang, seperti bebas. 

Tak dapat dibedakan, mereka bergerak karena dirinya, atau karena arus air yang deras. Aku melihat mereka mondar-mandir, kadang aku melihat mereka ke timur, kadang aku melihatnya ke barat, seperti makhluk tanpa tujuan. Atau mungkin, sebenarnya yang aku lihat adalah kelompok berudu yang berbeda, namun tetap saja nampak sama.

Dari sini mungkin aku bisa belajar menggambarkan aku yang sebenarnya, yang hingga saat ini masih belum tahu benar apa tujuanku untuk bertahan. Mungkin aku belum terlalu bersungguh-sungguh untuk belajar tentang hidupku sendiri, tentang sekitarku, tentang orang lain. Aku belum belajar dengan benar bahwa tak ada di dunia ini yang sepenuhnya sama, meski semuanya berwarna sama, pasti tetap ada perbedaan diantara mereka. Hari ini telah mengajariku betapa banyaknya pertanyaan di balik alam, di balik riak ramai dunia, dibalik wajah-wajah manusia. 

Apa yang nampak dari luar, apa yang nampak pada pandangan pertama tidak selalu menunjukkan kebenaran yang ada. Alam itu menipu, mereka penipu, begitu pula aku. Kali ini aku belajar, bukan dari engkau atau mereka, manusia. Aku belajar dari mereka yang tidak bisa bicara, yang tak pernah memberitahuku tentang apa-apa tentang dunia.

You Might Also Like

0 COMMENT