Hidup adalah Pilihan :)

April 10, 2012

What’s on your mind?

Biasa kita baca di halaman depan facebook sebelom berpindah ke mode timeline.Well, disini saya ngga akan ngomongin masalah facebook. Saya hanya ingin menjawab pertanyaan yang biasa facebook lontarkan tersebut.

Malam ini, saya mendapatkan ide dan ingin menulis satu paragraph saja tentang apa yang saya dapatkan baru saja. Jadi gini, cerita ini berawal dari sebuah cerita seorang teman tentang rencana dan target hidupnya. Dia adalah seorang teman yang keras, kemauannya keras, niatnya kuat, dan kadang-kadang keras kepala. Hehe . Saya tahu, dia orang yang memiliki ambisi yang besar, dia orang yang easy going, santai…. Tapi menurut sudut pandang saya, kawan saya ini agak malas kuliah, agak malas ngerjakan tugas. Well, buat saya itu ngga masalah. Dia bilang “ aku akuin aku emang malas, tapi aku pasti bisa, aku pasti berhasil! Tapi nanti, nggak sekarang!”. Kalimat ini buat saya sangat sesuatu, dia bicara dengan nada yang tegas, dan saya percaya dia pasti ngga main-main sama ucapannya. Dia mempunyai mimpi yang tinggi, dan dari mimpinya itu dia menyusun dengan rapih planning hidupnya. Dia pernah bilang pada saya, “Nin, hidup itu berat, bukan Cuma kamu sekolah, pulang-pergi kampus”. Dan sekali lagi, kalimat ini saya resapi dalam-dalam, saya pahami… Dan sekali lagi, definisi “Hidup yang berat” itu berbeda dengan apa yang saya telah lama definisikan.
Well, semua orang diciptakan dengan kemampuannya masing-masing. Semua orang itu pandai, hebat, luar biasa, sempurna!. Tidak ada orang yang cacat, bodoh, kurang ajar, buruk dan lain sebagainya. Yang membuat mereka menjadi demikian adalah dirinya sendiri, pikiran mereka sendiri.

Sejak kecil, saya belajar bagaimana cara berinteraksi dengan manusia lain. Dan saya tetap eguh dengan prinsip saya “Saya tidak boleh membenci siapapun”. Semua orang itu berbeda, namun pada dasarnya kita ini sama. Sama-sama punya otak, punya mata, punya telinga, dan punya hak yang sama pula. Perbedaan itu wajar, dan hal ini nggak akan mungkin pernah bisa dihilangkan. Matahari nggak sama dengan bumi, Air ngga sama dengan api, langit ngga sama dengan tanah, malam ngga sama dengan siang. Jadi apa salahnya berbeda? Berbeda cara hidup? Berbeda pemikiran? Itu semua wajar!

Well, kembali kepada beberapa quotation dari teman saya diatas.

Menanggapai kalimat dia yang pertama“ aku akuin aku emang malas, tapi aku pasti bisa, aku pasti berhasil! Tapi nanti, nggak sekarang!”
                Saya sangat berbeda dengan dia, buat saya… keberhasilan itu nggak bisa dicapai secara instan. Keberhasilan itu dimulai dari nol. Pelan-pelan, merayap kemudian ke puncak. Tidak ada orang yang tidak punya target untuk berhasil, semua pasti mau! Saya berani taruhan kalo memang ada. Bagaimana Keberhasilan itu dicapai, tergantung pribadi masing-masing. Ada orang yang pelan-pelan, sedikit-sedikit dan berjuang keras kemudian berhasil. Ada pula yang sebeliumnya hanya tidur, merangkak kemudian secara cepat dia berhasil. Ini semuabisa dipengaruhi oleh beberapa factor, factor Luck, factor pikiran, factor lingkungan dan lain-lain. Ada orang yang takut untuk melangkah dengan jarak yang terlalu jauh, ada pula orang yang dengan berani melangkah tiga kali lebih jauh dari jarak yang normal. Dan sekali lagi, itu Wajar!

Lanjut ke kalimat dia yang kedua : “Nin, hidup itu berat, bukan Cuma kamu sekolah, pulang-pergi kampus”
                Hahaha, well…. Saya sebenernya nggak begitu suka saat dia ngomong kaya begini. Yang ada dipikiran saya saat itu Cuma satu “Lo pikir, lo doang yang ngerasain hidup susah?!”. Hahaha
Semua orang punya pandangan sendiri tentang bagaimana “Hidup yang berat” itu. Tergantung dari pemikiran mereka masing-masing. Ada yang menganggap, hidup tanpa pacar itu hidup yang berat, ada yang menganggap hidup tanpa uang itu hidup yang berat, ada pula yang menganggap hidup tanpa bimbingan dari orang tua itu hidup yang berat. Tergantung pada individu masing-masing. Saya tidak menganggap hidup saya berat, namun memang terkadang hidup ini sulit untuk dilalui sesuai dengan kehendak kita. Dan disaat itulah saya kadang merasa hidup saya berat. Mungkin beberapa teman sudah tahu tentang diri saya, namun ada pula yang Alhamdulillah mengerti, tentang kehidupan saya. Banyak orang yang memandang dari luar. Wajar! Karena di mata manusia, sampul menentukan segalanya. Jangan hipokrit! Saya ngga mau curhat seperti apa hidup saya, karena ngga penting juga. Tapi saya agak ngga suka aja sama orang yang menganggap hidupnya adalah hidup yang paling berat. Semua orang punya masalah, semua orang pernah merasakan sakit, so jangan pernah merasa sebagai orang yang paling suffer di dunia ini. Bener kata eyang putri saya pas saya masih SD dulu “ Kalo kamu merasa sial, coba lihat orang di bawah kamu, dengar cerita dari orang lain, maka kamu akan tahu betapa bahagianya hidupmu”. Saya adalah anak perempuan, yang lumayan dekat dengan keluarga saya, dari cerita mereka saja, saya sudah dapat menyimpulkan bahwa hidup saya sekarang ini amat sangat bahagia pada dasarnya. Namun senang atau tidaknya itu tergantung dari bagaimana saya menjalaninya. Dan sebagai seorang remaja akhir yang ababil, saya kadang lupa untuk bersyukur.

Well, jadi kesimpulan yang bisa saya tarik malam ini adalah:
Kita ngga boleh egois, ngga boleh memaksakan apa yang kita mau ke orang lain (walaupun kalimat ini amat sangat susah untuk saya jalankan). Kita harus tetep berusaha, work hard, work smart, kita ngga bisa nunggu takdir, nunggu adegan selanjutnya dalam hidup kita. 

Manusia pada dasarnya sama, namun kita sebenarnya berbeda, berbeda tinggi badan, berbeda warna kulit, berbeda suku, berbeda ras, berbeda agama, berbeda pemikiran. Dan kita nggak bisa membuat semua orang sama dengan kita. Kita ngga bisa memaksa mereka untuk satu paham sama kita, seagama, se pemikiran. Mungkin ada beberapa diantara kita yang telah bisa bersatu, namun hidup itu pilihan. Semua orang berhak menentukan pilihannya sendiri. Jika mereka mau menyamakan diri dengan kita, maka beruntunglah kita, namun jika mereka memilih untuk tidak mengikuti kita ya sudahlah. Itu pilihan! oia satu lagi, kita juga ngga bisa maksain orang lain buat mencintai kita, meski kita amat sangat mencintainya, meski kita sakit setengah dewa karena sangat amat mencintainya. Kita ngga boleh maksain, karena itu pilihan dia, dia memilih untuk tidak memilih kita. #hiks
Jadi kesimpulan jelasnya, saya mau ngutip perkataan seorang master:
To live is to choose. But to choose well, you must know who you are and what you stand for, where you want to go and why you want to get there.
Kofi Annan
Good Night Guys! Live Your Life with Your Own Way!

You Might Also Like

4 COMMENT