Peace creator

June 27, 2013

Secangkir kopi tidak pernah meminta untuk dibuat. Jangan pernah menyiksanya dengan hati yang meramunya dengan terpaksa. Lakukanlah dengan suatu rasa yang membuat rasa yang luar biasa dalam cangkir yang sederhana, cinta. Kopi akan mengikutimu, rasanya, aromanya. Ia akan mengikuti setiap perasaan manusia. Beberapa orang tidak akan bis amenikmati betapa menabjubkan rasa yang diberikan kopi pada ujung indra perasa jika amsih ada rasa benci di hatinya. Benci terhadap diri, benci terhadap orang lain dan atau benci pada hal-hal lain yang membuat otaknya mati rasa. 

Sudah kubilang kopi akan mengikuti perasaan yang membuatnya, begitu pula ia akan mengikuti perasaan yang meminumnya. Siang hari, kopi hitam pekat, pada gelas kaca yang biasa, di bawah gubuk beratapkan rumbia. Kopi menenangkan jiwa-jiwa yang tengah keras menguras tenaga, merelakan raga untuk menyambung kehidupan keluarganya. Meski hanya diberi sedikit gula, karena kemarin naik lagi harganya.

Kopi yang dihidangkan dengan menu "ala-ala", ala-Perancis, ala-Jerman atau ala negara yang lain, dihidangkan dengan harga tak biasa, belum tentu dapat memanjakan lidah, menenangkan hati, dan menentramkan fikiran dan mendamaikan jiwa. Bisa jadi ia akan hanya menjadi minuman biasa, bubuk hitam dari biji-bijian, yang kemudian dicampur dengan air mendidih dari bumi yang sama. Maka tidak akan ada spesialnya, jika pembuatnya menyimpan rasa dendam, dengki, benci dan sebagainya, demikian pula jika peneguknya adalah orang yang tamak dan angkuh, tentu akan terasa berbeda.

Kopi itu minuman surga, bagi mereka-mereka yang percaya. Yang menemukan dunianya lewat minuman dalam cangkir kecil yang senantiasa menemani setiap harinya. Kopi dapat menyetarakan antara si kaya dan si miskin dalam sebuah kata bernama kesederhanaan. Ia membuat pohak-pihak menjadi sama karena meneguknya. Betapa indah jika manusia tidak lagi penyimpan dendam, menaruh dusta, dan menabung kebencian. Tidak ada lagi kekerasan, yang nampak hanya kedamaian, dan kebahagiaan. Maka seluruh manusia di dunia akan merasakan sebuah keajaiban lewat sebuah kenikmatan yang luar biasa, aroma yang tiada tara, dari secangkir minuman yang asapnya tak henti mengepul, kopi namanya. (nine)

You Might Also Like

0 COMMENT