#Graduation - Wisuda Periode 3, 15 November 2014, Universitas Brawijaya (A very #latepost story)

February 17, 2015

Hi! lama saya tidak menulis blog. Mungkin sejak tahun lalu ya. Dan sejujurnya banyak sekali hal yang saya lalui, dan seluruhnya sangat berharga dan tidak akan pernah saya lupakan. Salah satu dari sekian banyak momen yang saya alami di tahun 2014 adalah Wisuda.

Wisuda. Adalah momen yang sangat ditunggu-tunggu, bukan hanya oleh sang mahasiswa sendiri, tapi oleh orang tua mereka. Hari itu, Sabtu 15 November 2014. Saya berjalan sendiri ke gedung Samantha Krida. Orang tua saya tidak dapat mengantar terlalu pagi karena kondisi mbah putri dan mbah kakung yang sudah sepuh sehingga tidak bisa grusa-grusu. Saat itu, nampak wajah-wajah bahagia teman-teman wisudawan, bahkan seolah-olah rona bahagia mereka meluap hingga senyum tak henti-hentinya terukir di wajah mereka. Agak aneh memang saat saya berjalan sendiri menuju gedung, sementara di depan gedung hampir wisudawan didampingi oleh orang tua mereka.

Pukul 07.00 WIB upacara wisuda sudah hampir selesai, orang tua saya belum juga datang. Saya cemas bukan kepalang, takut kalau pintu gedung sudah ditutup. Kemudian kira-kira pukul 07.10 WIB, ayah saya menelpon, dan meminta saya melihat kebelakang. Sosok laki-laki setengah baya, dengan kaos polo putih dan tas kecil yang selalu ia bawa kemana-mana melambaikan tangan bahagia ke arah saya. 

Selesai upacara wisuda, Ayah, mbah putri dan mbah kakung serta tante saya langsung pulang ke Madiun. Tidak ada acara foto-foto di studio, tidak ada pula acara makan bersama hehe. Jangan tanya kenapa ya! karena ya memang begitu. saya bingung juga mau jelasinnya.

Selama saya kuliah 4 tahun, orang tua saya kurang tau apa yang saya kerjakan di kampus, bagaimana nilai saya, bagaimana penelitian saya dan sebagainya. Beliau hanya tau, saya baik-baik saja, dan saya lulus wisuda. Namun saya percaya, dibalik sikap "tidak tahu menahu" tersebut selalu terbesit doa untuk saya, dan selalu ada perjuangan di setiap hembusan nafas mereka. Saya tau, mereka benar-benar menyayangi saya dengan cara mereka sendiri. Hingga tepat pada hari itu saya puas melihat mereka bangga, bahwa putrinya lulus menjadi salah satu wisudawan terbaik di Fakultasnya, dengan IPK cumlaude (Alhamdulillah).

Semoga gelar ini menjadi berkah, menjadi semangat, menjadi langkah pertama saya untuk meraih mimpi-mimpi yang lain, untuk orang tua saya, untuk sekali lagi melihat senyum bangga di wajah mereka. 
Setiap kali kamu menyerah akan mimpi-mimpimu, Ingatlah bahwa orang tuamu terus berjuang mati-matian untukmu. jadi jangan pernah menyerah! 
Mbah Putri dan Mbah Kakung. Beliau sudah sepuh tapi tetap datang ke wisuda saya dari Madiun ke Malang. Beliau berdua adalah orang yang luar biasa, saya sangat mencintai keduanya. Beliau merawat saya sejak kecil hingga sekarang. Semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan. Semoga Allah selalu melindungi beliau berdua. Aamin.

Tante dan Adek-adek sepupu tercinta. Tante saya ini sudah seperti ibu saya sendiri, saya memanggil tante dengan sapaan "Ibu" (ngikutin adek-adek) karena memang beliau sudah seperti ibu sendiri hehe. Adek sepupu saya (yang baju pink) namanya Tata, masih kelas 2 SMP lho.  Adek sepupu saya (yang baju putih) mahasiswa UB juga, jurusannya sastra jepang. Keduanya sama-sama Japanese freak hahaha

Nah ini dia "pak Boss" saya. Mirip Inspektur Prataphsigh di film-film India jadul nggak? hahaha. Papa, my Hero, my everything :)

Sekian :*


You Might Also Like

0 COMMENT