How I imagine my future home sweet home

May 25, 2015

Halo.

Jadi ceritanya hari ini saya lagi iseng. Ngebuka-bukain folder di laptop, dan menemukan aplikasi yang pernah saya install tapi jarang banget saya pake. Sweet Home 3D.

Aplikasi buat bikin desain rumah atau bangunan yang lain. Aplikasi ini cukup mudah digunakan, apalagi buat orang yang ga punya dasar desain sama sekali kaya saya. Buat saya, aplikasi ini lucu banget, kaya buat bikin rumah-rumahan. Semacam game Sims gitu deh.

Nah, hari ini saya iseng bikin desain rumah saya suatu saat nanti. Meskipun sekarang harga tanah dan ongkos bikin rumah mahal, ngga ada salahnya ya bikin desainnya dulu. Siapa tahu bisa terwujud suatu saat nanti. Hehe

Pada dasarnya saya ngga begitu suka rumah yang besar dan megah. Saya lebih suka tipe rumah minimalis ketimbang mediteranian. Rumah yang sederhana, tapi nyaman untuk ditinggali. Saya suka rumah yang banyak jendelanya, menurut saya jendela memberi kesan lapang meskipun rumahnya kecil, banyak cahaya matahari masuk dan sirkulasi udara yang cukup. Untuk warna cat, saya lebih suka warna pastel yang kalem, jadi ngga sakit di mata. Emm… pernah punya keinginan buat mix-match cat dalam satu ruangan sih. Misalnya empat sisi kamar tidur memiliki warna yang berbeda. Misalnya dua sisi berwarna dusty pink, dan dua sisi yang lain berwarna pink gelap, atau warna tosca susu dengan tosca gelap, biru susu dengan biru langit. Menurut saya perpaduan cat yang seperti itu bikin ceria dan ngga bosen karena warna yang monoton. Aplikasi ini cukup mendukung interpretasi rumah impian saya sih, Cuma sayangnya ada beberapa barang yang belum ada, misalnya oven, microwave, dispenser, carpet, fitness set dan sebagainya. Selain itu pilihan warna lantai dan atapnya sangat terbatas. But overall, lumayan lah aplikasi ini buat seru-seruan aja. Daaan... yang paling seru dari aplikasi ini adalah ada visual viewnya. Dimana kita seolah-olah bisa lihat langsung ke dalam rumah. Saya ambil gambar visual view ini pake mode fish eye, karena biar tercakup semuanya. FYI, menggunakan mode default agak riweuh, ga semua sisi rumah bisa di capture.

Nah ini desain rumah saya tampak atas.


Rumah Nindya. Kiri lantai bawah, kanan lantai atas.


Kita mulai dari depan rumah yah. Untuk depan saya pilih warna abu-abu. Warna abu-abu kesannya elegan dan modern, selain itu ngga gampang kotor. Kalo memang terealisasi beneran, saya akan tambahkan beberap aksen batu alam. Sebenarnya untuk tampilan luar akan menyesuaikan dengan kondisi tempat tinggal sih, perumahan cluster atau bukan. Yang jelas kalo emang bisa, pengen di depan rumah ada taman kecil dan kolam ikan.

Depan rumah.
Masuk ke ruang tamu. Hehe, mungkin untuk ruang tamu agak alay ya? Untuk ruang tamu saya pilih cat warna ungu tua dan ungu muda, lantai saya pilih warna beige. Sofa  juga warna beige. Untuk meja ruang tamu saya pilih square coffee table, di pojokan ada cabinet transparan yang fungsinya nanti bisa buat tempat hiasan atau foto. Di gambar ini tembok masih kosong, untuk menghidupkan suasana saya akan gantungkan lukisan atau ornamen yang lain. Oh ya, kenapa warna ungu? Karena saya suka warna ungu. Ruang tamu adalah tempat bertemunya kita dengan orang lain, menyambut mereka dan sharing. Di tempat ini saya ingin memberikan kesan pertama pada tamu tentang kepribadian kami, jadi sebisa mungkin saya akan buat tempat ini mencerminkan “keluarga saya” banget.

colorful and sweet living room

Selanjutnya masuk ke balik ruang tamu, ruang kerja. Ruang kerja ini sebenarnya saya buat loose dengan ruang makan atau ruang istirahat. Di ruang kerja, ada computer set, sofa, meja dan rak buku. Ruang kerja dan ruang istirahat, atau kita sebut aja ruang tengah, saya pilih cat warna tosca susu, lantainya tetap beige. Untuk ruang kerja, berada di bawah tangga kayu. Saya pengennya ruang kosong di bawah tangga itu nanti ada rak serba guna. Sekalian memanfaatkan ruang kosong di bawah tangga. Hehe. Sekali lagi, untuk dinding ga akan saya biarkan kosong begitu kok.

ruang kerja ayah dan ibu
ruang kerja ayah dan ibu dari sisi lain
Untuk ruang makan dan ruang istirahat. Sebenernya ini agak random sih, karena saya menggabungkan dapur, ruang makan, dan piano serta rak buku dalam satu tempat yang sama. Sebenernya saya terinspirasi dari rumah-rumah eropa yang sering saya lihat di film, dimana dapur dan ruang makan tidak ada sekat, jadi satu aja gitu. Dan piano, saya letakkan disitu karena saya punya bayangan kalau saat kami menunggu makanan tesaji lengkap, salah satu daintara kita bermain piano. Hmm… kebayang banget hangatnya rumah saat waktu makan malam tiba kan?

dining room and rest room. 

dilengkapi piano dan rak buku, makin cozy.

Beranjak ke dapur. Dapur adalah “Mommy’s zone”, pengennya sih dapur ini harus “ibu banget”. Saya letakkan dua jendela yang cukup besar di dapur. Alasannya karena, pertama kalau lagi masak pasti panas, akan butuh sirkulasi udara biar ga pengap dan angin bisa masuk ke dalam ruangan. Kedua, jendela mengarah langsung ke taman, biar waktu masak rasanya adem, ngga melulu terpaku sama pemandangan dapur tapi bisa lihat-lihat keluar supaya masak nggak membosankan. Cat saya pilih tosca gelap biar adem, dan lantai saya pake old wooden floor. Oh  ya, aplikasi ini peralatan dapurnya ngga begitu lengkap. Jadi disini saya cuma nambahin kompor, tempat cuci piring, kulkas dan cabinet. Di real nya nanti, saya pengen ada kitchen set lengkaaaap seisi-isinya. Termasuk oven dan perlatan lain pembuat kue. Hehe

Mommy's favorite zone

Di samping dapur, ada taman belakang. Jadi satu dengan tempat cuci baju. Disini nanti pengennya full rumput dan bagian atap semacam tirai plastik yang bisa dibuka-dan ditutup gitu. Jadi cahaya matahari yang masuk ke dalam bisa diatur menggunakan tirai tersebut. Selain itu, taman belakang bisa dipakai tempat bermain anak. Main semprot-semprotan air dan lain-lain. seru!
tempat cuci baju, jemur baju dan main-main. yey!
Oh ya kelupaan kamar utama. Parents room. Temanya wood and crème. Kamar orang tua ini menggunakan kamar mandi dalam. Di dalam kamar ini ada satu double bed, bedside table, rak serba guna, dan lemari baju yang besar. Nah untuk kamar mandinya, saya kasih tema biru. Di kamar mandi ada wastafel, closet dan bathtube. Sebenernya saya pengennya ada shower, karena ga selalu kan mandi bisa berlama-lama berendam di bathtube. Oh ya, salah satu sisi dinding kamar mandi saya lapisi keramik. Selain menambah kesan elegant juga biar air dari kamar mandi ngga langsung merembes ke tembok.

kamar utama. Brown and creme. sweet!

selalu ada rak. Buat tempat macem-macem.

kamar mandi biru. Mulai dari lantai, dinding, dan rona lampunya!

Kita naik ke lantai dua ya.

Lantai dua saya khususkan sebagai ruang keluarga. Ruang quality time dan kamar anak. Emm, pardon agak alay tapi desainnya. Hehe

Lantai saya pakai wooden floor, cat utama biru muda dan bir tua, dan see… atapnya motif langit lengkap dengan awannya! Super cool kan hehe. Di bawah ini adalah gambar langsung setelah kita naik tangga. Ada akuarium dan computer set untuk anak-anak. Nah, rencana saya, ruang kosong ini nantinya akan diisi fitness set juga, minimal treadmill hehe.

ruang kosong di lantai dua. Buat tempat olahraga nih.

Selanjutnya ruang TV. Simple sih, Cuma ada TV, sofa dan rak buku. Saya sengaja ngga kasih meja nih karena nanti saya akan punya carpet di bawah. Nonton TV jadi lebih enak kalo sambil tidur-tiduran pakai carpet di bawah hehe. Oh ya, di ruang TV juga ada jendela yang besar, sekali lagi, biar adem. Setelah ruang  TV ada pintu yang mengarah langsung ke balkon. DI ruang TV ini, saya juga pengen tambahin meja dan dispenser. Di meja itu nanti saya sediakan minuman instan seperti susu, kopi, tea, atau mie cup. Jadi gini bayangan saya, saat kami sekeluarga udah terlanjur PW di atas, pasti bakalan mager banget buat turun ke bawah, jadi saya sediakan cemilan disini :p.

ruang TV simple. tetep! harus ada jendela. hehe

Langsung keluar ke balkon yuk?!

Saya pake armchair disini, dengan bahan yang empuk, beneran deh kebayang enak banget males-balesan di balkon haha. Di balkon saya mau kasih tanaman-tanaman, termasuk pot gantung juga nantinya. Biar adem.

balkon yang azek abis! bisa seharian deh kalo disini.

Di lantai atas, ada kamar anak laki-laki dan perempuan. Untuk kamar anak laki-laki saya kasih tema warna biru. Dan anak perempuan pink. Keduanya saya isi sama, yang membedakan adalah anak perempuan saya kasih lemari baju lebih banyak, sedangkan anak laki-laki saya kasih rak lebih banyak. Saya negbayanginnya anak laki-laki akan lebih banyak mainan, seperti action figure atau gundam dan lain-lain. Saya perlu siapin space lebih sebelum berantakan diluar kamar. Sedangkan anak perempuan, pasti bakalan butuh banyak baju, makanya saya kasih space lebih lemari baju. Yang ngga disediakan aplikasi ini adalah meja rias, barang wajib yang harus ada di setiap kamar. Di masing-masing kamar saya sediakan meja belajar dan sofa senada dengan warna kamarnya. Untuk lantai saya pilih greytile, supaya lebih terang aja. Warna muda untuk kamar anak-anak menurut saya membuat mereka lebih ceria dan lebih semangat.
son's room.

so blue! lengkap dengan langitnya! seru!

daughter's room.

pinky. lengkap sama langit dan awan. cuuteee!

Untuk kamar mandi lantai atas, saya kasih tema warna merah. Isinya sama dengan kamar mandi lantai satu. Lampu rona biru, dan yang masih kurang adalah shower. Karena sejujurnya saya ngga begitu suka mandi lama-lama apalagi harus berendem di bathup.

simple bathroom. need shower!

Nah demikian rencana rumah saya di masa depan. Mm.. tapi sebagus apapun desain rumah, yang paling penting sebenarnya adalah orang-orang yang berada di rumah tersebut. Rumah adalah apabila kita rindu ingin segera pulang saat bepergian. Rumah adalah hangat yang kita rindukan setiap kali kita jauh. Seperti apapun rumahnya, yang paling penting adalah cinta yang ada di dalam rumah tersebut.

Have a good life everyone!

You Might Also Like

5 COMMENT