Mengingat Masa Kuliah #Genetika

May 20, 2015

Saya saat ini tinggal di Depok, bersama kakak dan kakak ipar saya. Kami berasal dari berbagai bidang ilmu yang berbeda. Saya dari pertanian, Kakak dari komunikasi dan kakak ipar dari ilmu komputer. Sangat menyenangkan saat kami bertiga ngobrol masalah ilmu masing-masing, nggak jarang (bahkan sering) perdebatan terjadi saat kami ngobrol tentang ranah ilmu kami masing-masing. Dan parahnya, kami bertiga sama-sama nggak terkalahkan kalo udah berargumen.

Saat kami ngobrol bertiga, saya jadi kangen sama masa-masa kuliah dulu. Masa saya sangat bersemangat sekali bangun pagi dan tidur malam demi kuliah. Maaf, bukan maksudnya gimana, tapi saya suka sekali sekolah hehe. Proses dimana saya duduk dibangku mendengarkan dosen mengajar dan berinteraksi dengan mereka membuat saya benar-benar hidup. Saat masih kuliah S1, saya mencoba menjadi teaching assistant, mengajar beberapa praktikum di laboratorium. Dan saya sangat menikmatinya masa itu, dan insanely miss that moment now. 

Meskipun profesi saya sekarang adalah tentor les privat, meskipun sama-sama belajar-mengajar, namun tidak sama serunya dengan saat belajar dan mengajar kawan-kawan yang satu bidang ilmu. Beda aja, kurang seru karena ngga ada eyel-eyelannya, berantem-berantemnya. hehe

Well, jaman S1 dulu, mata kuliah yang pertama kali saya ajarkan adalah Genetika tumbuhan, tahun 2011. Inti dari materi kuliah tersebut adalah hukum pewarisan sifat, khususnya pada tanaman. 

Pada matakuliah ini, di awal kami memperlajari tentang materi genetika; gen, kromosom dan bentuk-bentuknya, pembelahan sel dan lain sebagainya. Selain itu yang paling saya ingat dari matakuliah ini adalah Hukum pewarisan sifat Mendel yang terdiri dari hukum mendel 1 dan 2.

Hukum Mendel 1 (Law of Segregation) -> saya ambil beberapa screenshot dari materi kuliah saya 2011 lalu ya haha
at the time of gamete formation, members of a pair of unit characters segregate (separate) from one another and move into different gametes

Jadi begini maksudnya, dalam hukum mendel 1 ini menjelaskan tentang persilangan monohibrid. Contohnya begini, 
Terdapat dua buah tanaman. Satu tanaman tinggi (TT) dan satu tanaman pendek (tt). Keduanya akan disilangkan untuk mendapatkan varietas F1.

Tanaman Tinggi (TT) dan tanaman pendek (tt). (TT) dan (tt) disebut dengan gamet (atau sel kelamin. katakanlah disini Tanaman Tinggi sebagai tetua betina, dan tanaman pendek sebagai tetua jantan). Sedangkan T dan t adalah alel, yaitu sepasang gen yang terdapat pada lokus yang sama pada kromosom yang homolog (berpasangan, artinya mereka memiliki bentuk dan lokus gen yang sama). Maka hasil persilangannya akan seperti ini.  
persilangan monohybrid
Jadi dari penjelasan gambar di atas. Diketahui ternyata tetua betina (Tanaman Tinggi (UU) memiliki sifat yang dominan dibandingkan dengan tetua jantan (Tanaman pendek (uu). Sehingga 75% dari keturunannya memiliki sifat Tanaman tinggi dan 25% nya memiliki sifat Tanaman pendek.

Oh iya, Sifat Genotip gampangnya adalah sifat yang tak terlihat dari luar, atau bisa juga disebut dengan sifat penyusun gen.
Sedangkan sifat fenotip adalah sifat yang tampak dari luar.

Contoh dari gambar diatas, sifat fenotip hanya ada dua. Yaitu tinggi dan pendek. Sedangkan sifat genotip untuk tanaman tinggi adalah TT dan Tt, dan tanaman rendah adalah tt.

Untuk rasio fenotip adalah 3 tanaman tinggi : 1 tanaman pendek
sedangkan rasio genotip adalah 1TT : 2Tt: 1tt

Hukum Mendel 2 (Law of Independent Assortment)
This law states that at the time of reproduction the members of two or more pairs of unit characters follow the law of segregation independently of each other and assort themselves at random into the gametes

Perbedaan disini adalah tetua memiliki dua sifat fenotip dan dua sifat genotip, sedangkan prosesnya mirip dengan persilangan monohybrid.

persilangan dihybrid

persilangan dyhibrid
Nah untuk rasio sifat fenotip dan genotipnya perhitungannya sama dengan persilangan monohibrid kok.

Well, itu baru materi pengantar. ada beberapa materi lagi terkait genetika, seperti Backcross, Pleiotropi, Gen Modifier, Interaksi Gen, Pautan gen, poligen dan sebagainya. Tapi ga akan saya bahas di blog ini karena nanti blog saya bisa berubah jadi blog tutorial haha.

Well, sebenernya inti matakuliah ini apa sih? Pelajaran tentang hukum pewarisan sifat ini sebenarnya awal atau dasar bagi para calon breeder untuk mengembangkan varietas tanaman baru yang unggul. Selain itu, hukum pewarisan sifat mendel juga dapat digunakan sebagai dasar ilmu diciptakannya beberapa varietas-varietas unggul tahan hama dan penyakit tanaman. Mungkin yang lebih familiar lagi ditelinga konsumen, hukum pewarisan sifat adalah cikal bakal terwujudnya melon rasa blewah (melon orange), durian ungu, durian perdu, semangka tanpa biji, semangka kuning dan lain-sebagainya. Keren kan orang pertaniaan! 

Saya bukan seorang breeder, karena pada semester 6, kami yang awalnya belajar keseluruhan materi pertanian, Agroekoteknologi, dikerucutkan dalam bidang ilmu yang lebih spesifik. Dan saya memilih Departemen Perlindungan Tanaman. 

Lebih kerennya lagi, jurusan Agroekoteknologi, menurut saya sudah menyeimbangkan antara beberapa ilmu yang menjadi dasar untuk pertanian yang balance. Bukan hanya ditinjau dari satu bidang kelimuan departemen semata, melainkan secara keseluruhan. Karena kami sebagai seorang newbie (baca: maba) pada masa itu diajarkan dasar-dasar ilmu pertanian secara keseluruhan sebelum kami memilih untuk menspesifikkan bidang keahlian ilmu kami. Sehingga harapannya, nanti saat kami sudah terjun ke lapang di pertanian, dapat meyelaraskan antara keempat aspek pertanian yaitu Budidaya Pertanian, Ilmu Tanah, Pengendalian Hama dan Penyakit Terpadu dan Usaha Tani atau Agribisnisnya.

Agak telat ya saya yang sudah jadi alumni baru ngepos kaya begini layaknya maba haha. Gapapalah ya, daripada ngga sama sekali.

You Might Also Like

0 COMMENT