Lolos Seleksi Wawancara

September 14, 2015


“And when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it” – The Alchemist, Paulo Coelho 

Halo, Masih Zemangadh kan?

Well, di post sebelumnya saya janji mau menceritakan apa yang terjadi pada saya setelah tanggal 9 Desember 2014, itupun kalau ada yang mau tau. *hembusin nafas*

Banyak yang nanya ke saya maupun awardee yang lain seperti ini “Sebenarnya kriteria LPDP itu seperti apa sih?”, “Saya punya prestasi sekian banyak, tapi ditolak juga sama LPDP, kenapa ya?”, “Saya sudah jawab dengan baik, dan sudah mengikuti tes dengan baik. Tapi kok gagal juga ya?”. Jujur yah! Pertanyaan ini pun nggak bisa kami jawab. Kenapa? Karena kriteria yang sesuai dengan LPDP, awardee tidak pernah tahu. Apakah dia harus A,B,C, atau D. Dan saya menyimpulkannya dengan, Just be yourself.

Melihat banyak yang patah hati seperti itu, saya selaku insan yang pernah patah hati pula, hanya bisa menyarankan bahwa segala sesuatu sudah ada yang mengatur. “If it meant to be, it will be, otherwise”. Jadi jangan pernah menyalahkan pihak lain, menyalahkan diri sendiri atau bahkan menyalahkan keadaan atas kegagalan yang kita dapat. Ingat, semua orang pernah mengalami kegagalan, tapi tidak semua orang bisa bangkit. Kita yang menentukan kita mau jadi orang yang seperti apa. *hembusin nafas, kalem, senyum manja*

Oke, jadi ceritanya begini……

Setelah tanggal 9 desember 2014, saya kembali ke Malang. Tetap menjalani rutinitas saya di Malang sebagai asisten dosen dan pengajar les privat anak SD, SMP, dan SMA. Begitu terus setiap hari. Dalam hati saya benar-benar harap-harap cemas menunggu hasil tes tahap terakhir LPDP ini. Besar keinginan saya untuk lolos seleksi kali ini. Setelah membaca beberapa link dan blog beberapa orang, saya jadi lebih mengetahui tentang LPDP. Hal ini membuat saya semakin berharap dan semakin semangat untuk planning saya selanjutnya setelah nanti selesai sekolah master.

Saat itu minggu terakhir bulan Desember menjelang liburan Natal. Sejak tanggal 21 Desember 2014, saya meminta libur untuk pulang ke rumah di Magetan. Nenek meminta saya pulang karena sejak wisuda saya ngga pulang kampung sama sekali. Kabarnya hasil seleksi wawancara akan diumumkan pada akhir bulan Desember, sekitar tanggal 24 atau 25 Desember gitu. Makin kesini saya makin galau resah dan gundah gulana,

Akhirnya suatu sore tanggal 24 Desember 2014, selepas Ashar. Seperti biasa, saya menyeduh kopi khas buatan nenek saya. Saya duduk di bangku kayu di dekat dapur rumah kami. Sinar matahari waktu itu masih memancarkan cahaya kuning keemasan, syahdu deh pokoknya *gagalfokus*. Ditambah lagi dengan aktivitas khas liburan, scrolling layar HP kepo instagram *apaanini*. Tiba-tiba, saat sedang khusyuk mantengin instagram, HP saya menerima notifikasi email melalui laman Gmail. Saya bukan orang yang sering komunikasi menggunakan email untuk urusan singkat, jadi tumben-tumbenan waktu itu ada notif dari Gmail.

[LPDP] Pengumuman Hasil Seleksi Wawancara Desember 2014

Notifikasi yang masuk di email saya ternyata seperti itu. Waktu itu saya ngga langsung panik sih, saya taruh dulu HP saya, kemudian meneguk kopi. Kemudian baru saya buka emailnya. *kalem*

Kepada Yth. Peserta Seleksi wawancara Beasiswa Pendidikan Indonesia dan Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis 

Bersama email ini ada 2 Keputusan Direktur Utama LPDP, yaitu :……………………………….

Kemudian saya download PDF yang terlampir di email tersebut. Saya tarik nafas. Say abaca perlahan dari awal tentang pasal-pasal yang tertera, baru kemudian mencari nama saya. Saya langsung scroll pada list peserta yang namanya diawali dengan huruf “N”. daan…..

*******/PT/M/*/lpdp2014      Nindya Resha Pramesti            Institut Pertanian Bogor

Saya masih tenang, nggak langsung histeris kok. Saya taruh lagi HP saya, kemudian meneguk kopi. Saya lihat lagi, halaman yang sama masih menunjukkan nama yang sama! Ya! Nama saya. Saya masih sempet mikir, yang punya nama kaya begitu saya aja kan? *matabelo*. Kemudian saya baru kepikiran untuk lihat nomer pendaftarannya, tapi saya lupa nomer pendaftaran saya berapa. Kalo dilihat-lihat sih ini memang nama saya, mengingat kampus tujuannya pun sama dengan saya.

Nah, baru deh saya lari ke kakak saya yang kebetulan waktu itu sedang pulang ke rumah. Subhanallaah banget pokoknya! Yang awalnya saya berpikir “da aku mah apa atuh”, Alhamdulillah bisa lolos seleksi beasiswa LPDP dan dinyatakan sebagai calon penerima beasiswa Magister Dalam Negeri dengan kampus tujuan Institut Pertanian Bogor. Alhamdulillaah…

Segera setelah itu saya mulai searching apa yang harus dilakukan setelah dinyatakan lolos seleksi wawancara. Karena saya cukup sosialita, saya mencari informasi terkait LPDP melalui facebook. Kenapa? Karena saya rasa pasti sudah banyak group atau fanpage yang akan membahas tentang LPDP untuk memudahkan penyebaran informasi. Grup pertama yang saya temukan adalah Beasiswa LPDP 2013, yang merupakan closed group tapi siapa saja boleh join. Disitu cukup lengkap loh informasi terkait LPDP mulai dari proses pendaftaran sampai cara mendapatkan Letter of Acceptance (LoA). Btw, grup ini sangat membantu saya.

Melalui grup ini, saya cukup mendapatkan informasi tentang apa yang harus dilakukan setelah dinyatakan lolos seleksi wawancara. Kabarnya, setelah ini, akan ada satu lagi acara LPDP sebelum kami berangkat, atau sebelum kami meanjutkan studi. Inilah bedanya LPDP dengan beasiswa yang lain. Peserta yang dinyatakan lolos seleksi wawancara dari seluruh Indonesia akan di kelompokkan sesuai kategori dan kemudian dikumpulkan dalam sebuah acara “pembekalan” yang biasa disebut dengan Persiapan Keberangkatan (PK).

Saya dinyatakan berada pada PK-31, jadwal PK saat itu masih belum ditentukan, sehingga saya berusaha mencari sendiri siapa teman yang satu PK dengan saya. Pada saat itu, kami belum mendapatkan kontak masing-masing anggota. Kemudian saya keep searching grup atau fanpage lain tentang awardee LPDP, kemudian ketemulah fanpage ini, LPDP Awardee EastJava (udah ada official web nya loh, bisa dicheck disini), dan teman pertama yang saya kenal, yang sama-sama PK-31 adalah Mayang Kinanti.

Berawal kenalan dengan Mayang, kami berdua membuat grup facebook untuk memudahkan teman-teman yang lain untuk dapat tergabung dan memperlancar komunikasi. Sejak Bulan Januari hingga Maret, kami tetap keep in touch membahas banyak hal, terutama tentang tugas PK. *Saya ngga akan nyeritakan detail tentang PK disini, nanti jadi gag syeruu*. Hingga akhirnya, keluarlah jadwal PK untuk kami anggota PK-31, yaitu 22-27 Maret 2015.

Nah, selama PK kami melalui banyak hal-hal yang tak terlupakan. Termasuk salah satunya menyusun project pengabdian masyarakat di Depok dan Yogyakarta. Mau tau lebih banyak tentang apa saja yang kami lakukan selama PK? See you next post yaa!

Regards

Nindya

You Might Also Like

0 COMMENT