Only in Japan!

February 19, 2016

Hi!

Ada banyak hal yang lumayan bikin jaw dropping selama tinggal di Jepang. Ada cukup banyak hal yang bikin saya mengernyitkan dahi selama tinggal disini. Mulai dari banyaknya kaum laki-laki yang mencukur alisnya, temen satu lab yang sikat gigi di meja office, dan banyak lagi.

Selain itu, Jepang memang terkenal dengan keedisiplinannya, mungkin cuma sekitar 10% kemungkinan untuk jadwal kendaraan umum di jepang untuk tidak tepat waktu. Budaya disiplin masyarakatnya juga luar biasa, seperti mendahulukan penumpang untuk turun terlebih dahulu dari kereta, kebiasaan  ngantri dengan rapih di minimarket dan....... Kejujuran mereka yang luar biasa.

Jadi begini.

Saya ada cerita tentang dua pengalaman saya terkait dengan belanja di toko di jepang.

Tapi, sebelumnya saya mau cerita dulu bagaimana para shopkeeper disini memperlakukan pengunjungnya.
Pertama kali kita masuk ke toko, pasti akan ada sapaan "Irrashaimase" yang artinya "selamat datang". Atau sapaan "konnichiwa" , "konbanwa" dengan nada yang bersemangat dan lembut, pokoknya ramah banget deh. (kan jadi semangat belanja jadinya)

Kemudian saat kita mau bayar di meja kasir, pasti mereka mengucap salam yang sama (Irrashaimase.red), kemudian menawarkan poin card dan beberapa promosi lain. Saat menghitung barang, mereka akan menyebutkan harga barang meskipun harga sudah pasti muncul di price checker, dan diakhir mereka akan menyebutkan jumlah totalnya.

Di Jepang, memang sangat mungkin apabila harga barang belanjaan sampai dengan pecahan 1 yen, misalnya 2.532 yen. Kadang, ada beberapa pembeli yang struggling mencoba membayar dengan uang pas, namun untuk membayar dengan uang pas itu cukup memakan waktu, karena terlalu banyaknya recehan di dompet (ini kalo pembelinya saya doang kali ya wkwkwkwk).

Dan, kerennya, mbak kasir tetep menunggu dengan sabar dan tersenyum. Setelah uang kita berikan kepada mereka, mereka terima dan menghitung kembali, dan pastinya dengan senyum yang ramah amat sangat. Uang kembalian akan diberikan kepada kita dengan sangat jelas, menghitung kembali dan memberikan kepada kita bersama dengan struk belanjaan. Oh ya, apabila kita membayar dengan pecahan yang cukup besar, mereka akan menghitung uang kembalian berkali-kali, dan bahkan sang kasir akan "melapor" ke teman yang lain bahwa ia menerima uang pembayaran sebesar sekian puluh ribu yen. Mereka benar-benar berhati-hati masalah uang. Pokoknya kalimat "Pembeli adalah raja" bener-bener kerasa banget disini. Keren!


Nah, minggu ini ada hal yang bikin saya trenyuh dan elus-elus dadanya Liam Hemsworth (eh salah).

Jadi gini, pada hari Valentine minggu lalu, 14 Februari 2016, saya memutuskan untuk Hang out ke Nitori (wkwkwkwkwkwk). Apa itu Nitori? klik disini . 


Jadi ceritanya, saya yang polos ini, sedang membeli gorden. Sangking polosnya saya ngga tau kalo ternyata satu pack gorden itu isinya sepasang atau 2 buah gorden (HAHAHAHHAHA). Karena tidak tahu, kemudian saya yang polos ini mengambil dua pack gorden. Karena merasa tidak ada yang salah, saya pulang sambil menenteng dua pack gorden ke rumah.

Setibanya di rumah, saya buka satu pack gorden terlebih dahulu. Betapa shocknya saya, ketika ternyata satu pack gorden berisi dua buah gorden!!!

apaaaahh???.... apaaaaahhh???..... jadi... jadi.... selama ini.... apaaah??! tidaaaaaakkkk.......!!!!

kemudian saya tersungkur dilantai, beberapa menit meratapi hidup. 

Setelah melakukan beberapa kali proses diskusi dan kalkulasi data dan bioassay, akhirnya kemarin, 18 Februari 2016, saya coba datang lagi ke Nitori, menanyakan apakah gorden pink cantik yang kelebihan itu bisa saya kembalikan atau tidak. 1 pack gorden ini masih rapih, terbungkus rapat belum ternoda.

Tau nggak respon mereka gimana???!!!

senyum boo! Dan ramah abis!

dia bilang "Mboten punapa-punapa mbak. Sakpunika saged dipun konduraken." dan senyumnya bikin hati ayem tentrem banget.
Dan, kembalilah uang saya.

Saya seneng banget deh. Wah banget soalnya! Biasanya, kalo pas di negeri sendiri, salah beli tepung aja kalo dibalikin mbaknya udah ngamuk-ngamuk. Atau minimal mukanya udah kaya jeruk purut nggak ngenakin gitu.
Nah disini, senyum boo! senyum!

Terimakasih Nitori!

*oh ya, ternyata di Nitori pun walaupun misalnya gordennya udah dibuka, dipasang di jendela rumah, terus ternyata salah ukuran, masih bisa refund loh asal masih dlm dua minggu sejak pertama beli. (Info langsung dari senior yang kerja di Nitori)


Nah. Yang kedua. Saat itu hari selasa, 16 Februari 2016. Sepulang dari lab, karena suntuk akhirnya saya memutuskan untung Hang out ke Apotek deket rumah! (Wakakakakakakak)
*berdasarkan alamat web di struknya sih disini*


Jadi saya belanja kebutuhan sehari-hari, seperti pasta gigi, sikat gigi dan sebagainya (penting banget dijelasin)

Kemudian membayar di kasir, dengan behavior yang sama (ramah.red). Kemudian cabut.

Seperti kegiatan transaksi jual-beli lainnya, saya anggap setelah kasir bilang "Matur sembah suwun sanget", semua kelar. Selesai kan! dan cabut lah saya dari tempat hang out tersebut.

Kemudian, saya jalan sampai ke perempatan, menunggu lampu merah berubah menjadi hijau. But wait.... tiba-tiba ada mbak-mbak mirip orang Jepang dateng nyamperin saya. Dan dia minta maaf terlebih dahulu.

Sejujurnya, saya jujur aja ya. Setiap belanja juga sebenernya saya ngga sepenuhnya ngerti kasir itu ngomong apa, saya cuma haik-haik atau ie-ie aja. (HAHAHAHA)

Oh ya, ternyata si embak kasir ini nyamperin saya, karena uang kembalian saya yang dia kasih tadi kurang. si embak sih ngomong agak panjang, tapi saya nggak tau artinya apa (wahahahahahahahahahhaha). Dia minta maaf berkali-kali, saya sampe ga enak. Tapi kemudian dia menyodorkan uang ke saya, dan membungkuk, kemudian tersenyum, dan minta maaf lagi. sampai saya bilang "gak papa mbak, ya ampuun. beneran deh. gemes!", mbaknya baru pergi dengan lega. Dan tau nggak, berapa uang kembalian saya yang kurang?

1 YEN!!!!

meeen, 1 yen meeeen! itu standar 120 rupiah di Indonesia.
at least coba bayangin, di Indonesia, kembalian 200 aja "boleh disumbangkan" (yang ga jelas nyumbanginnya ke siapa), atau dikasih permen.
disini, embaknya ngejar saya sampe perempatan yang udah cukup jauh dari toko, cuma buat ngasih uang kembalian 1 yen dan minta maaf berkali-kali.

OMG. Elus-elus dada Zac Efron saya sampean :(
Baik banget orang disini sumpeHH!

Salut banget sama masyarakat disini. Mereka rata-rata ngga beragama. Ngga ngerti halal-haram. Tapi mannernya lebih-lebih deh. Semoga, jadi pembelajaran aja. Karena sebenernya berbuat baik dan jujur itu wajib, Siapapun orangnya dan apapun agamanya.

Makin betah tinggal disini~

You Might Also Like

0 COMMENT