Aku Tidak Rasis, Kita Hanya Bebeda

March 28, 2016


Hello.

Percaya atau nggak, sebagaian besar manusia cenderung lebih memilih untuk tetap "sama" atau dalam lingkup yang "sama".

Banyak dari mereka yang telah menghargai perbedaan, toleransi. Namun tidak dengan menerima perbedaan tersebut.

Well, jujur saja memang menerima sesuatu yang berbeda ke dalam hidup kita bukanlah sesuatu yang mudah. Kenapa? karena paradigma yang diturunkan kepada kita adalah "kita harus sama dan harus bersama dengan yang sama". 
*haha mulai njlimet kalimatnya*

Begini, memang sebenarnya untuk memasukkan sesuatu yang "berbeda" ke dalam hidup kita dibutuhkan banyak perjuangan, atau minimal memerlukan tenaga extra dibandingkan dengan memasukkan sesuatu yang sama.

Saya akan bicara mengenai prinsip hidup dalam hal ini. Mungkin, beberapa orang pernah bilang begini:
"Kamu orangnya dominan banget. Ngga baguslah kalo kamu dapet orang yang sama-sama dominan. Harusnya kamu dapet orang yang bisa "ngerem" kamu. Kalo sama-sama keras bisa-bisa berantem terus entar!"
Pada kasus ini, ya! Mereka menyarankan untuk mencari dan mencoba memasukkan sesuatu yang "berbeda" ke dalam kehidupan saya. 

Tapi, jika saya dapat menjelaskan beberapa penolakan lain, orang akan berbicara bahwa masalah watak tidak bisa disamakan dengan prinsip hidup. (Karena masalah dominan-non dominan di atas adalah masalah watak, bukan prinsip. red)

Apa itu prinsip hidup?
Prinsip Hidup atau biasa disebut juga  dengan pandangan hidup adalah merupakan sebuah draft atau konsep dari kehidupan yang akan kita jalani. pandangan hidup yang dimiliki pada umumnya dimasyarakat adalah pandangan yang sesuai dengan agama dan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Suatu pandangan hidup merupakan hal yang mutlak untuk dimiliki oleh setiap manusia didunia ini. Karena dengan memiliki pandangan hidup seseorang dapat mengarahkan kehidupannya kedepan nanti. Dan dengan pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang akan membuat atau mebentuk jati diri dari seseorang tersebut.Jati diri adalah gambaran suatu sifat atau karakter dari seseorang.
Contohnya adalah agama dan adat istiadat.
Pernah dengar beberapa kasus ras dan agama nggak? Banyak lah ya pastinya!haha

Banyak alasan mengapa orang lebih memilih untuk tidak keluar dari ras nya sendiri. Saya punya beberapa teman keturunan Arab, dan mereka memilih pasangan hidup yang satu ras, Arab. Hal serupa terjadi pula pada ras China, yang lebih memilih untuk hidup bersama dengan yang satu ras dengan mereka. Beberapa alasan adalah untuk menjaga keturunan, menjaga marga, dan banyak alasan lain. Beberapa khawatir jika tidak "sama" akan suit nantinya untuk kumpul-kumpul keluarga. Alasan lain yang spesifik dan lebih tepat saya kurang tahu, coba tanyakan ke temannya ya! hehe. Beberapa suku di Indonesia juga masih membatasi diri untuk tidak menikah antar suku, seperti beberapa orang Jawa yang masih enggan untuk "berbaur" dengan orang Sunda atau Batak, beberapa orang Padang, orang Aceh, dan banyak lagi deh. Di Jepang juga sih, tapi kebanyakan mereka memilih demikian karena alasan keterbatasan bahasa.

Kenapa banyak sekali border di antara umat manusia ya?
Semua di batasi ini dan itu. 

Hal lain yang membatasi adalah masalah keyakinan atau agama.
Saya jadi ingat lagunya Marcel - Peri Cintaku.
aku untuk kamu, kamu untuk aku
namun semua apa mungkin iman kita yang berbeda
tuhan memang satu, kita yang tak sama
haruskah aku lantas pergi meski cinta takkan bisa pergi
Dalam hal keyakinan saya. Memilih hidup bersama dengan yang satu keyakinan dapat mewujudkan keluarga dunia dan keluarga di Surga.  Dapat saling mendoakan satu sama lain.
Tentang doa. Sampai atau tidak tersampainya doa, apakah manusia pernah tahu tentang itu?

Well, saya menghargai pilihan mereka. Mungkin banyak alasan sesuai dengan ras masing-masing dan keyakinan masing-masing. Saya menghargai perbedaan dan saya dapat menerimanya. Karena perbedaan membuat dunia lebih berwarna.

"We are all human. Until Race Disconnected us, Religion Separated us, Politics Devided us, and Wealth Classified us"

You Might Also Like

0 COMMENT