Hampir Setahun

August 24, 2016




Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya berada jauh dari rumah. Sejak SMA bisa dibilang saya sudah mulai "jauh" dari rumah. kemudian saat saya lanjut kuliah, biasanya saya hanya pulang tiga atau empat bulan sekali. sampai ada teman saya, Jojo, saat itu nyeletuk " Nin, preman aja masih kangen pulang dan kangen bapak-ibunya. Kok bisa kamu ga pernah pulang?"
Mungkin buat Jojo, pertanyaan itu pertanyaan yang simple, tapi saya masih inget banget sampai sekarang. Kadang saya sendiri juga mikir, kenapa saya ngga mau pulang haha


Manusia, kalo kata wikipedia, 
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi yang, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok, dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Jadi pada dasarnya sebenarnya manusia itu adalah  Homo sapiens, dan kita sebenarnya satu species. Which means, sebenrnya kita semua sama. ya to?


Karena Homo sapiens, memiliki akal, inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka berbeda karena mereka sendiri yang membuat mereka berbeda. 


dipikir-pikir, tulisan ini agak gak nyambung sama intronya. haha


jadi seperti halnya tulisan tulisan sebelumnya, tulisan ini tidak jauh dari sebuah curhat semata.
mohon maaf apabila kalian sudah terlanjur membaca dan tidak ingin berhenti sampai disini.




Berawal dari kebiasaan saya yang overthinking, dan kadang suka memikirkan hal gak penting yang seharusnya ngga perlu saya pikirkan. Bulan depan, saya genap mengabiskan 25 tahun hidup di dunia ini. Entah kenapa suatu pagi, saya bangun lebih pagi dari biasanya. saya duduk sebentar, kemudian berpikir, "saya udah ngapain aja selama 25 tahun ini?", "sudahkah saya melakukan kebaikkan bagi orang lain?", "sudahkah hidup saya bermanfaat untuk orang lain?".

Mungkin pada malam harinya, saya salah bermimpi, hingga entah bagaimana ceritanya pagi-pagi buta udah mikir begituan.

ada yang bilang sama saya, sebenarnya untuk menjadi bermanfaat untuk orang lain, kita ngga perlu menunggu melakukan hal besar, cukup dengan melakukan hal-hal kecil, seperti menulis, membuang sampah pada tempatnya, atau bahkan tersenyum. Kita ngga pernah tau, sebenarnya hal kecil yang kita lakukan sangat bermanfaat orang lain.

kemudian saya berpikir lagi. Sesungguhnya yang saya pikirkan pagi itu terlalu berat, dan apabila saya tidak berhenti berpikir tentang itu justru saya akan membuang-buang banyak waktu saya hanya untuk berpikir.

mungkin di post sebelumnya, saya pernah menulis bahwa saya adalah tipe orang yang spontan, "do it now, think later". Kelakuan kaya begitu sebenarnya ada positf-dan negatifnya. kadang saya kurang bisa membaca situasi, dimana saya harus menjadi spontan, dan dimana saya harus menahan diri. maapkeun.

Bulan maret lalu, kakek saya meninggal dunia. Kakek yang sejak kecil merawat saya, karena memang saya tinggal dengan beliau. Kemudian, karena dibalut suasana sedih dan kehilangan yang sangat mendalam, saya mulai mikir aneh-aneh lagi. Mikir banyak. Saya mengingat apa yang sudah saya lakukan untuk membuat kakek saya bahagia selama hidupnya? dan saya merasa, saya tidak melakukan apapun untuknya. disitu saya merasa sedih dan merasa gagal sekali.

Tahu ngga? sesungguhnya motivator terbaik bagi kita adalah diri kita sendiri. kemudian saya berpikir kembali, saya mengingat senyum terakhir kakek saya yang saya lihat saat saya pamit pergi ke Jepang. masih ingat benar saya, betapa beliau bangga sekali, saya adalah satu-satunya cucu dalam keluarga besar yang bisa sekolah di luar negeri. setidaknya, dengan mengingat hal tersebut, saya dapat semangat dan tidak terlalu menyesali apa yang sudah saya lakukan dan apa yang tidak pernah saya lakukan selama beliau masih hidup.

Ngga kerasa, hampir setahun sejak saya meninggalkan Indonesia. Saya memang ngga ada niatan pulang kampung sampai kuliah selesai. Dan selama itu pula banyak hal berubah. Keponakan saya bertambah, sepupu-sepupu menikah, melahirkan, keluarga meninggal dunia dan lain sebagainya. Banyak kejadian-kejadian yang saya lewatkan selama saya berada disini. Sedih? pasti lah. Tapi saya mikir lagi, buat pergi kesini itu adalah pilihan saya (sebelumnya Ayah dan beberapa saudara agak berat hati melepas kepergian saya ke luar negeri). Saya mulai belajar, bahwa setiap keputusan yang kita ambil, kita pula yang bertanggung jawab. Kita harus siap dengan segala macam resiko yang bakal ada. Dan dengan memutuskan untuk pergi kesini, saya juga harus terima dan siap dengan segala resiko. Namanya manusia, galau iotu pasti, jatuh itu kadang-kadang, tinggal bagaimana kita memanage nya aja. Jadi sebenernya nature banget kalau manusia itu galau. jadi jangan nyalahin orang galau. tapi... kalau galau setiap hari itu... :|

nah, karena saya juga pernah ngalamin susahnya mengambil keputusan, saya suka percaya aja sama keputusan-keputusan orang lain yang mereka pilih untuk hidupnya.

apalagi di usia saya, dimana pada saat saya masih SMA dulu saya selalu berpikir bahwa orang dengan usia 20 tahun ke atas itu sudah tua dan sangat amat dewasa, saya percaya setiap orang punya pilihan masing-masing, dan mereka tahu benar tentang pilihannya. Bukan waktunya lagi kita nyalahin orang atas pilihan yang mereka buat. Mungkin lebih ke ngobrol santai kalau memang pilihan yang mereka buat menyangkut orang banyak. Kalau pilihan mereka cuma tentang hidupnya sendiri, saya rasa mereka sudah cukup dewasa dan cukup matang untuk itu :)


nah bingung kan? kenapa ngomongnya dari A-Z balik lagi ke A. ngga jelas haha


yaudah. gitu aja.
salam damai.

You Might Also Like

0 COMMENT