2016, “Cause everything’s never as it seems”

January 05, 2017

«☼Pinterest: Samyuktha24☼»:

Saya rasa belum terlalu terlambat untuk menulis cerita tentang tahun yang benar-benar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya ini. 2016, ga sedikit yang bilang tahun itu adalah tahun terburuk sepanjang masa. Bagi saya, tahun 2016 adalah tahun dimana banyak sekali perubahan terjadi. Bukan sebagai tahun terburuk, melainkan sebagai tahun yang sering kali memunculkan ekspresi kaget karena hal-hal yang tidak pernah saya sangka sebelumnya. Jika ditanya, kapankah waktu yang tak akan pernah saya lupakan, saya akan menjawabnya “Tahun 2016”.


Dengan izin orang tua, saya memutuskan untuk pergi ke Jepang

Tahun 2015, sebelum akhirnya memilih Jepang, saya mendaftar beberapa universitas di Jerman dan Australia. Setelah mengantongi beberapa LoA, saya memutuskan untuk memilih Jepang karena alasan yang naif, “ saya memilih master by research, dan saya pikir riset di Jepang sangat menjanjikan.” Sejak memutuskan untuk pergi ke Jepang, saya sudah berpesan pada keluarga di rumah kalau saya nggak akan pulang sampai tahun 2017, tahun dimana saya menyelesaikan studi. Cerita dibalik keberangkatan saya agak sedikit mellow. Waktu itu kakek saya sedang sakit, saya sempat merawat beliau di rumah, di Madiun. Saya merasakan benar bagaimana sedihnya merawat orang tua yang sangat saya sayangi. Bukan karena lelahnya, melainkan karena takut, takut tiba-tiba orang yang ada di depan mata sudah tidak ada bersama saya lagi. “Kalo kamu pergi, nanti yang ngurus mbah siapa?”, begitulah tanya tante saya sebelum saya memutuskan untuk benar-benar pergi. Dalam mengambil keputusan ini saya tidak main-main. Saya telah mempertimbangkan banyak hal, dan saya yakin pada diri sendiri bahwa saya siap dengan segala resiko yang akan terjadi di waktu-waktu selanjutnya. Waktu itu yang ada dipikiran saya bisa dibilang jahat atau apalah, namun saya berpikir, bahwa saya punya masa depan yang harus saya kejar. Masih ada keluarga saya yang memiliki kewajiban yang sama untuk merawat kakek dan nenek saya. Tapi kesempatan untuk pergi, mungkin tidak akan datang dua kali. Saya sudah minta izin kepada kakek dan nenek saya, dan beliau berdua meng-iya-kan keputusan saya. Jujur, it’s not an easy decision back then.

Saya merasa sangat Bebas di Jepang

Setibanya saya di Jepang. Saya menemukan sebuah kebebasan yang sebelumnya tidak saya dapatkan. Bukan kebebasan dalam arti negatif. Melainkan disini, saya merasa lebih bebas dari hal-hal yang sebelumnya membuat saya melakukannya karena “terpaksa”. Kebebasan yang paling umum, adalah kebebasan untuk pergi sendirian kemanapun pada waktu kapanpun baik siang ataupun malam tanpa rasa takut. Saya merasa sangat bebas di Jepang, tidak pernah ada ketakutan akan ada pencopet atau tindakan pelecehan seperti yang saya takutkan saat saya masih di Indonesia. Saya merasa sangat bebas, karena saya merasa sangat aman untuk tinggal disini meskipun saya perempuan dan hidup sendirian. Kebebasan lain adalah saya bebas menjadi diri saya sendiri tanpa mempertimbangkan apa kata orang. Saya merasa saya hidup untuk saya, saya mengambil keputusan untuk saya sendiri, dan saya melakukan apapun sendiri. 

Saya menjadi saya

Keputusan terbesar yang saya buat di tahun 2016, saya merubah hidup saya ada gambaran orang lain. Saya pernah membahas tentang perubahan ini dalam tulisan saya “Pretentious”, yang mungkin cukup fenomenal waktu itu (PD bener). Saya memilih menjadi saya. Saya yang memiliki kebebasan untuk berpikir dan mengutarakan pendapat tanpa intervensi dari pihak manapun. Saya juga berusaha untuk menghargai segala pilihan orang lain atas apapun yang ia inginkan selama tidak merugikan orang lain. Saya tau benar apa yang saya pilih, saya tau beberapa orang akan menyalahkan saya atas keputusan yang saya pilih. But, persons who love you the most will stay. Dan saya menemukan siapa-siapa yang ada di dalam inner circle saya saat ini. Who needs hundreds of followers if you have a few of best persons around you?

2016, adalah tahun dimana kehilangan


foto yang saya ambil tahun 2011
Maret 2016, bulan itu, saya dan beberapa teman berencana untuk pergi ke winter illumination di Nabanano sato, di Mie Prefecture. Saya sangat excited waktu itu, begitu pula teman-teman saya yang lain. Tepat malam sebelum kami pergi, Papa saya menelpon dari rumah, mengabarkan bahwa kakek saya telah tiada. Perasaan saya sedih bukan main. Sedih, sangat sedih. 
Oktober 2016, beberapa orang pernah bilang, “true love last forever”. Begitulah yang mungkin dapat saya gambarkan tentang Kakek dan Nenek saya. Kurang lebih 7 bulan setelah Kakek saya meninggal, Nenek saya pun tutup usia. Saya masih ingat benar, kakek pernah bilang “ Mbah Uti, kowe sing sehat ya. Nek saumpama dipundhut, ben aku ndisik ae. Ojo kowe ndisik (Mbah Uti, jaga kesehatan ya. Apabila salah satu dari kita tutup usia, biar aku yang pergi terlebih dahulu, bukan kamu)”. Dan mbah Uti pun menyahut “Nek kowe lunga ndhisik, aku melu (Kalau kamu pergi, aku juga akan pergi)”.
Sejak kecil saya tinggal bersama mereka berdua. Saya sering mendengar cerita mereka berdua sejak jaman penjajahan, jaman gestapu, jaman mereka sekolah, bagaimana mereka bertemu, bagaimana masa muda mbah kung yang keren karena beliau anak priyayi, bagaimana masa muda mbah uti yang selalu bekerja keras, bagaimana tawa canda mereka hingga menua bersama. Saya sangat dekat dengan mereka, kadang saya lupa, jika saya pulang nanti, mereka sudah tidak disana lagi, menunggu saya duduk di teras rumah. 

Saya lebih menghargai setiap detik yang saya miliki, sendiri

Mungkin dulu (atau bahkan sampe sekarang haha) saya terkenal karena sering baper dan galau. Galau pengen cepet kawin, punya anak, ngurus rumah, hidup bahagia, sejahtera selama-lamanya. Tapi, semakin saya ingin, saya ngerasa semakin jauh aja mimpi itu. Jadi malah bikin makin baper dan ngga jadi-jadi haha. Sekarang saya lebih menikmati waktu-waktu yang saya habiskan sendiri. Saya lebih banyak me time, maskeran, mencoba make up, masak enak dan saya makan sendiri, berendam pake bathsalt atau bathbomb yang lucu lucu, pergi travelling sendiri. Dan saya sangat bersyukur karena mungkin setelah dua atau tiga tahun lagi, saya tidak akan memiliki waktu-waktu bebas tersebut. Saya lebih menghargai semuanya yang saya miliki sekarang. Saya berusaha mencintai sewajarnya, membenci sewajarnya.

2016, was a great year!

Beberapa hal yang tidak mungkin saya ceritakan karena privacy saya (LOL). Semuanya luar biasa! 2016 adalah awal tahun hidup baru saya dimulai. Mungkin bisa di bilang 2016 adalah awal mula episode Nindya part 2 haha, krik. Selamat tinggal 2016. May you rest in peace, you’ll never be forgotten.


2017, what a good start!

Akhir tahun 2016, bulan Desember bisa dibilang bulan luar biasa dimana semua deadline bertumpuk menjadi satu. Sampai-sampai saya “pecah” di depan semua lab member saat Lab trip dan sangat amat sangat sangat memalukan! Mulai dari JLPT, progress report yang hanya berjarak satu minggu dari midterm exam LOL (ngga ngerti kenapa jadwalnya gitu amat), acara PPI yang cukup bikin emosi ga stabil juga. Finally done! Rasanya lega kaya abis mukulin musuh bebuyutan, dan dia kalah. (Mau apa lagi lu?! Berani ama gua, ha?!!).



di official website lab saya

Dan hari ini January 5th, Hasil dari midterm diumumkan. Tanpa pernah saya sangka, saya terpilih menjadi best speaker (Kaget banget sumpah). Sejak awal saya mulai, saya sama sekali ngga yakin, fokus persiapan buat mid term kepecah karena barengan dengan progress report dan acara PPI. Saya juga ngga pede sama riset saya yang saya rasa biasa aja ga expert-expert banget (sad). Poster saya yang item putih karena bingung milih warna apaan buat poster, presentasi saya yang bener-bener saya rasa biasa banget. But well, hasil ngga akan pernah menghianati proses ceunah. I’ve done my best. Terimakasih banyak buat semuanya. What a good start 2017, Thank you!


2017, The Last Year :)

2017 ini adalah tahun terakhir saya tinggal di Jepang. Setelah semua urusan studi kelar, saya kemungkinan akan kembali ke Indonesia awal Oktober. 
Excited? Iya. Afraid? Iya. Anxious? Iya. Campur aduk. Semoga semua akan baik-baik saya. Well, 2017, let see how strong you are against me! Lu mau apa gua jabanin!


Happy New Year everyone, there is nothing the man can’t do he thinks he can!

You Might Also Like

0 COMMENT